Jumat, 11 April 2014

FILSAFAT ILMU



BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Filsafat ilmu yaitu sebuah tinjauan kritis tentang pendapat-pendapat ilmiah dewasa ini yang dibandingkan dengan pendapat-pendapat terdahulu yang telah dibuktikan Robert Ackermann. Filsafat ilmu itu mempertanyakan dan menilai metode-metode pemikiran ilmiah, serta menetapkan nilai dan usaha ilmiah sebagai suatu keseluruhan oleh Lewis White Beck. Filsafat ilmu merupakan cabang pengetahuan filsafati yang menelaah sistematis mengenai sifat dasar ilmu, metode-metodenya, konsep-konsepnya, dan praanggapan-praanggapannya, serta letaknya dalam kerangka umum dari cabang pengetahuan intelektual oleh Cornelius Benjamin. Berdasarkan tujuan filsafat dan implikasi untuk mempelajari filsafat ilmu. Bagi seseorang yang mempelajari filsafat ilmu diperlukan pengetahuan dasar yang memadai tentang ilmu, baik ilmu alam maupun ilmu sosial, supaya para ilmuan memiliki landasan berpijak yang kuat, demikian pula seorang ahli ilmu kealaman perlu memahami dan mengetahui secara garis besar tentang ilmu sosial. Sehingga antara ilmu yang satu antara lainnya saling menyapa, bahkan dimungkinkan terjalinnya kerja sama yang harmonis memecahkan persoalan-persoalan kemanusiaan.

 





B.     Rumusan Masalah

1.      Apa Pengertian Filsafat Ilmu ?
2.      Apa Tujuan Filsafat Ilmu ?
3.      Bagaimana Implikasi Filsafat Ilmu ?
4.      Bagaimana Implikasi Mempelajari Filsafat Ilmu ?





















BAB II

PEMBAHASAN

A.    Pengertian Filsafat Ilmu
Filsafat dan ilmu yang dikenal didunia Barat berasal dari zaman Yunani Kuno. Pada zaman itu keduanya termasuk dalam pengertian episteme. Kata philosophia merupakan suatu kata padanan dan episteme.
Istilah lain dari filsafat ilmu adalah theory of science (teori ilmu), meta science (adi-ilmu), science of science (ilmu tentang ilmu).
The Liang Gie mendefinisikan bahwa filsafat ilmu adalah segenap pemikiran reflektif terhadap persoalan-persoalan mengenai segala hal yang menyangkut landasan ilmu maupun hubungan ilmu dengan segala segi kehidupan manusia.
Filsafat ilmu dapat dibagi menjadi dua, yaitu :
-          Filsafat ilmu dalam arti luas
Yaitu menampung permasalahan yang menyangkut berbagai hubungan luar dari kegiatan ilmiah
-          Filsafat ilmu dalam arti sempit
Yaitu menampung permasalahan yang bersangkutan dengan hubungan kedalam yang terdapat dalam ilmu yaitu pengetahuan ilmiah dan cara-cara mengusahakan serta mencapai pengetahuan ilmiah.[1]
Filsafat ilmu adalah sebuah tinjauan kritis tentang pendapat-pendapat ilmiah dewasa ini yang dibandingkan dengan pendapat-pendapat terdahulu yang telah dibuktikan Robert Ackermann.
           Filsafat ilmu itu mempertanyakan dan menilai metode-metode pemikiran ilmiah, serta menetapkan nilai dan usaha ilmiah sebagai suatu keseluruhan oleh Lewis White Beck)
           Filsafat ilmu merupakan cabang pengetahuan filsafati yang menelaah sistematis mengenai sifat dasar ilmu, metode-metodenya, konsep-konsepnya, dan praanggapan-praanggapannya, serta letaknya dalam kerangka umum dari cabang pengetahuan intelektual oleh Cornelius Benjamin.[2]
B.     Tujuan filsafat ilmu
 Tujuan filsafat ilmu adalah : 
  1. Mendalami unsur-unsur pokok ilmu, sehingga secara menyeluruh kita dapat memahami sumber, hakikat dan tujuan ilmu
  2. Memahami sejarah pertumbuhan, perkembangan dan kemajuan ilmu di berbagai bidang, sehingga kita mendapatkan gambaran tentang proses ilmu kontemporer secara historis.
  3. Menjadi pedoman dalam mendalami studi, terutama persoalan yang ilmiah dan non ilmiah
  4. Mendorong pada calon ilmuwan dan ilmuman untuk konsisten dalam mendalami ilmu dan mengembangkannya.
  5. Mempertegas bahwa alam persoalan sumber dan tujuan antara ilmu dan agama tidak ada pertentangan.

C.    Implikasi Filsafat Ilmu
Implikasi merupakan hubungan atau keterlibatan. Teknologi kini telah merambah pada dunia yang lain yakni pendidikan. Misal, kolaborasi antara dunia pendidikan dan teknologi yakni i-learning. Dengan adanya hal tersebut menunjukkan bahwa dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan telah mengalami metamorfosis. Perubahan-perubahan tersebut tak lain juga didasari oleh pemikiran filsafat. Dengan hal ini diharapkan segala jenis bentuk pendidikan yang positif dapat dirasakan oleh setiap manusia dimanapun berada.[3]
D.    Implikasi Mempelajari Filsafat Ilmu
  1. Bagi seseorang yang mempelajari filsafat ilmu diperlukan pengetahuan dasar yang memadai tentang ilmu, baik ilmu alam maupun ilmu sosial, supaya para ilmuan memiliki landasan berpijak yang kuat. Ini berarti ilmuan sosial perlu mempelajari ilmu-ilmu kealaman secara garis besar, demikian pula seorang ahli ilmu kealaman perlu memahami dan mengetahui secara garis besar tentang ilmu sosial. Sehingga antara ilmu yang satu antara lainnya saling menyapa, bahkan dimungkinkan terjalinnya kerja sama yang harmonis memecahkan persoalan-persoalan kemanusiaan.
  2. Menyadarkan seorang ilmuwan agar tidak terjebak ke dalam pola pikir “menara gading” yakni hanya berpikir murni dalam bidangnya mengaitkannya dengan kenyataan yang ada di luar dirinya. Padahal setiap aktivitas keilmuan nyaris tidak dapat di lepaskan dari konteks kehidupan sosial kemasyarakatan.[4]





BAB III
PENUTUP

Simpulan :
.
Filsafat ilmu itu mempertanyakan dan menilai metode-metode pemikiran ilmiah, serta menetapkan nilai dan usaha ilmiah sebagai suatu keseluruhan
Filsfat ilmu dibagi menjadi dua yaitu filsafat ilmu dalam arti luas dan filsafat ilmu dalam arti sempit.
Tujuan filsafat ilmu ialah Mendalami unsur-unsur pokok ilmu, memahami sejarah pertumbuhan dan perkembangan ilmu, mendorong calon ilmuan dan ilmuman untuk konsisten dalam mendalami ilmu dan mengembangkannya dan mempertegas bahwa dalam persoalan sumber dan tujuan antara ilmu dan agama tidak ada pertentangan.
Implikasi  mempelajari filsafat diperlukan pengetahuan dasar yang memadai tentang ilmu, baik ilmu alam maupun ilmu sosial, supaya para ilmuan memiliki landasan berpijak yang kuat dan menyadarkan seorang ilmuwan agar tidak terjebak ke dalam pola pikir  hanya berpikir murni dalam bidangnya mengaitkannya dengan kenyataan yang ada di luar dirinya.






DAFTAR PUSTAKA


Adib Mohammad, Filsafat Ilmu, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2011.
Bakhtiar Amsal, Filsafat Ilmu, Jakarta : Rajawali Pers, 2010.
The Liang Gie, Pengantar Filsafat Ilmu, Liberty, Yogyakarta, 1996.





[1] Mohammad Adib, Filsafat Ilmu, ( Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2011), h. 54-55.
[2] Amsal Bakhtiar, Filsafat Ilmu, (Jakarta : Rajawali Pers, 2010), h.  4-5.
[3] http://faesabila.blogspot.com/2010/10/tujuan-dan-implikasi-filsafat-ilmu.html, diakses pada hari Minggu, 29 September 2013, Jam 13:00 Wita.

[4] The Liang Gie, 1996, Pengantar Filsafat Ilmu, Liberty, Yogyakarta., h. 101.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar