Jumat, 04 April 2014

CONTOH SOAL MANAJEMEN PEMASARAN



1.      Peran manajemen pemasaran terhadap perusahaan yaitu:
Peran manajemen untuk memilih dan melaksanakan kegiatan pemasaran yang dapat membantu dalam pencapaian tujuan perusahaan tersebut, dan  memperkenalkan  maupun mempromosikan produk /jasa dari perusahaan tersebut hingga dikenal para konsumen.
2.      Perbandingan dan penjelasan dari beberapa konsep di bawah ini adalah:
a.       Konsep produksi
Pada konsep ini perusahaan lebih berfokus pada masalah produksi, dimana para manajer berkonsentrasi untuk mencapai efisiensi produksi tinggi, biaya yang rendah, dan distribusi secara besar-besaran.
b.      Konsep produk
Inti dari konsep ini, lebih menawarkan kepada konsumen akan menyukai produk-produk yang menawarkan fitur yang bermutu, berkinerja, atau inovatif. Dan para manajer lebih memfokuskan  dalam menghasilkan produk yang unggul dan memperbaiki mutunya dari waktu kewaktu.
c.       Konsep penjualan
Diman manajer berusaha memasarkan dan mempromosikan barang tersebut. Ketika banyaknya pilihan bagi konsumen dalam memilih produsen,  dalam hal inilah diperlukannya promosi  dan usaha penjualan yang untuk menarik minat para konsumen.
d.      Konsep pemasaran
Konsep ini menyatakan tujuan organisasi tergantung pada penentuan kebutuhan dan keinginan target pasar, dimana kebutuhan dan kepuasaan dari konsumen   tersebut didahulukan, dan tujuan dari konsep ini adalah menghasilkan laba dari kepuasan konsumen tersebut
e.       Konsep pemasaran masyarakat
Dalam konsep ini tidak hanya mementingkan kebutuhan dan kepuasan dari konsumen, tapi bagaimana barang tersebut memberikan kepuasan secara efektif dan efisien, sasaran pasarnya buka hanya konsumen, tapi seluruh masyarakat, dan pemerintah.
3.      Alasan perusahaan melakukan analisis pemasaran secara mikro maupun makro adalah:
Untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan perusahaan serta peluang dan ancaman pada perusahaan, sehingga perencanaan dan strategi apa yang digunakan  dalam perusahaan dapat berjalan semestinya. Dalam sisi mikro, bagaimana kita melihat kondisi dalam perusahaan, apakah akan berdampak buruk atau tidak terhadap kelangsungan hidup perusahaan, seperti halnya pelanggan dan pemasok. Pelanggan bisa saja membuat perusahaan bangkrut ketika pelanggan tidak lagi membeli produk dari perusahaan tersebut. Sedangkan Pemasok dimana ketika perusahaan mengalami banyak pesanan, keterlambatan masukan barang akan memberi dampak terhadap pemunuhan pesanan perusahaan. Sedangkan dalam sisi makro melihat dampak dari luar perusahaan, seperti halnya dalam bidang perekonomian besarnya pendapatan suatu negara mempengaruhi besarnya pembelian  konsumen terhadap produk perusahaan tersebut.
4.      Penjelasannya
a.       Siklus hidup produk adalah :
sebuah produk/barang mempunyai masa perjalanan atau alur perkembangan  dari barang yang baru lahir/ muncul  hingga dikenal para konsumen, dari perkenalanan produk, pertumbuhan, kedewasaan, dan penurunan produk tersebut.
b.      Strategi yang diterapkan perusahaan ketika dalam tahapan siklus hidup produk :
Ketika dalam  tahap pengenalan, perusahaan harus memilih strategi peluncuran yang konsisten dengan positioning produk yang dimaksudkan, dan memberitahu konsumen tentang produk baru. Dalam tahap pertumbuhan, perusahaan terus mendidik konsumen, meningkatkan mutu produk serta menambahkan fitur produk yang baru. Tahap kedewasaan, perusahaan berusaha terus berinvestasi untuk mendewasakan produk dan mempertimbangkan modifikasi produk,-produk, dan bauran pemasaran. Tahap penurunan, manajer harus memutuskan apakah mereka akan mempertahankan produk tanpa perubahan, berharap perusahaan keluar dari pasar, memanen produk, mengurangi  biaya, dan berusaha mempertahankan penjualan.
c.       Apakah dalam setiap produk mengalami siklus hidup produk:
menurut saya setiap produk mengalami siklus hidup produk, karena setiap barang pasti akan mengalami penurunan kualitas, dan para konsumen mengalami masa jenuh terhadap barang tersebut, karena titik inilah barang tersebut mengalami penurunan. Contohnya: sabun ekonomi, dulu orang sering memilih sabun ekonomi untuk mencuci piring maupun pakaian, tapi sekarang ini konsumen lebih menggunakan sabun yang bubuk seperti Rinso. Produk sabun ini mengalami siklus dari  diperlukan orang banget, menurun karena banyaknnya pilihan produk yang sama.
5.      Penjelasan dari beberapa konsep tetang harga beserta contohnya
a.       Harga rujukan adalah:
harga yang pertama kali  yang disarankan oeh pabrik, atau dengan menunjukkan  harga produk itu diberi harga yang jauh lebih tinggi pada awalnya, konsumen sering kali memanfaatkan harga rujukan dalam menguji produk. Contohnya:  ketika pengusaha pertama kali membuat barang, dan harga yang pertama kali ditetapkan pada produk itulah disebut harga rujukan.
b.      Kesimpulan harga mutu:
banyak konsumen menggunakan harga sebagai indikator mutu,  menempatkan harga yang lebih tinggi berarti mutu barang tersebut juga tinggi, begitu juga sebaliknya. Contohnya: produk Ever E lebih tinggi dari Nature E, dikarenakan produk Ever E lebih berkualitas
c.       Petunjuk harga:
Persepsi konsumen tentang harga juga dipengaruhi oleh strategi penetapan harga alternatif. harga akan berakhir salam satu angka yang ganjil. Contohnya sebuah produk berharga $299 dan bukannya $300 sebagai harga kisaran $200 dan bukannya kisaran $300.
6.      Gambaran suatu perusahaan dalam menetapkan harga suatu produk.
Suatu perusahaan harus menetapkan harga untuk pertama kalinya ketika mengembangkan produk baru, ketika memperkenalkan produk regulernya ke saluran distribusi atau daerah geografis yang baru, dan ketika mengikuti lelang untuk kerja kontrak baru. Ada enam langkah prosedur dalam penetapan harga tersebut yaitu:
a.       Memilih tujuan penetapan harga:
Makin jelas tujuan suatu perusahaan, makin mudah menetapkan harga.
-          kelangsungan hidup: perusahaan tersebut harus belajar bagaimana menambah nilai atau berhadapan dengan kepunahan
-          laba maksimum sekarang: Perusahaan tersebut memperkirakan permintaan dan biaya yang terkait dengan harga alternatif dan memilih harga yang menghasilkan laba sekarang, arus kas, atau tingkat pengembalian investasi yang maksimum
-          pangsa pasar maksimum: Perusahaan menetapkan harga yang paling rendah, dengan berasumsi bahwa pasar tersebut peka terhadap harga
-          menguasai pasar secara maksimum: Perusahaan-perusahaan yang memperkenalkan teknologi baru lebih menyukai penetapan harga yang tinggi untuk menguasai pasar
-          kepemimpinan mutu produk: Banyak merek     berusaha keras untuk menjadi ”barang mewah yang dapat dihasilkan” – produk atau jasa yang bercirikan tinghkatan yang tinggi soal mutu, selera dan status yang dapat dirasakan, dengan harga yang cukup tinggi yang tidak di luar jangkauan konsumen


b.      menentukan permintaan:
Setiap harga akan menghasilkan tingkat permintaan yang berbeda dan karena itu mempunyai pengaruh yang berbeda terhadap tujuan pemasaran suatu perusahaan. Dalam kasus biasa, permintaan dan harga berbanding terbalik: makin tinggi harganya, makin rendah permintaannya. Dalam kasus barang mewah, kadang-kadang harga naik dan malah penjualan akan makin banyak, bukan makin sedikit.
c.       memperkirakan biaya:
 Permintaan menentukan batas harga tertinggi yang dapat dikenakan perusahaan untuk produknya. Seperti: Jenis biaya dan tingkat produksi (Biaya tetap atau biaya variabel), produk yang terakumulasi, akunting biaya berdasarkan aktivitas,  penetapan biaya sasaran
d.      menganalisa biaya, harga dan tawaran pesaing:
Dalam rentang kemungkinan-kemungkinan harga yang ditentukan permintaan pasar dan biaya-biaya perusahaan, perusahaan harus memperhitungkan biaya, harga dan kemungkinan reaksi harga pesaing. Jika tawaran perusahaan tersebut mengandung ciri-ciri diferensiasi positif yang tidak ditawarkan pesaing terdekat, nilainya bagi pelanggan seharusnya dievaluasi dan ditambahkan pada harga pesaing tersebut. Jika tawaran harga pesaing tadi mengandung beberapa ciri yang tidak ditawarkan perusahaan tersebut, nilainya bagi pelanggan seharusnya dievaluasi dan dikurangkan dari harga perusahaan tersebut.
e.       memilih metode penetapan harga:
memilih metode yang mana dipakai ada  tiga C yaitu: (a) jadwal permintaan pelanggan (customer’s demand schedule) (b). fungsi biaya (cost function). (c). harga pesaing (competitor’s price) – perusahaan kini siap memilih harga.
f.       memilih harga akhir:
Dalam memilihh harga akhir ini, perusahaan tersebut harus mempertimbangkan faktor-faktor tambahnan, yang meliputi dampak dari kegiatan pemasaran lain, kebijakan penetapan harga perusahaan, penetapan harga yang berbagi laba, dan dampak harga terhadap pihak lain

Tidak ada komentar:

Posting Komentar