Jumat, 10 Januari 2014

ANALISIS BIAYA VOLUME LABA


ANALISIS BIAYA-VOLUME-LABA : ALAT PERENCANAAN MANAJERIAL

A.    Titik Impas Dalam Unit Dan Dolar
Analisis biaya volume laba (cost volume profit analysis-CVP analysis):
v  Suatu alat yang sangat berguna untuk perencanaan dan pengambilan keputusan. Karena analisis biaya volume laba (CVP) Menekankan keterkaitan antara biaya, kuantitas yang terjual, dan harga, semua informasi keuangan perusahaan terkandung di dalamnya.
v  Analisis CVP juga dapat mengatasi banyak isu lainnya, seperti jumlah unit yang harus dijual untuk mencapai impas, dampak pengurangan biaya tetap terhadap titik impas, dan dampak kenaikan harga terhadap laba.
1.      Titik Impas dalam Unit
Ø  Titik impas adalah titik dimana total pendapatan sama dengan total biaya, titik di mana laba sama dengan nol.
Ø  Penggunaan laba operasi dalam cvp
Laporan laba rugi dapat dinyatakan sebagai persamaan berikut:
Laba Operasi=Pendapatan penjualan-Beban variabel-beban tetap
atau
Laba operasi= (Harga x Jumlah unit terjual) – (Biaya variabel per unit x jumlah unit terjual) – total biaya tetap
Ø  Jalan pintas menghitung unit Impas
Margin kontribusi adalah pendapatan penjualan dikurangi total biaya variabel. Pada titik impas margin kontribusi sama dengan beban tetap.
Jumlah unit= Biaya tetap/Margin kontribusi per unit

  • Penjualan dalam Unit yang Diperlukan untuk mencapai Target Laba
            Target laba di sini adalah laba operasi di atas nol(titik impasnya), yang dapat dinyatakan dengan jumlah dolar atau sebagai persentase dari pendapatan penjualan.
  • Target setelah pajak
Pada saat menghitung titik impas, pajak penghasilan tidak berperan, karena pajak yang dibayarkan untuk laba nol adalah nol. Apabila perusahaan ingin menghasilkan laba bersih tertentu, target laba dinyatakan sebagai laba bersih, maka harus ditambahkan kembali pajak penghasilan untuk memperoleh laba operasi.
Laba bersih      = Laba operasi – Pajak penghasilan
                        = Laba operasi – (Tarif pajak x Laba operasi)
 = Laba operasi (1– Tarif pajak)
            atau
Laba operasi = (Laba bersih) : (1- Tarif pajak)

2.      Titik Impas dalam Dolar Penjualan
Pendapatan impas dihitung dengan membagi total biaya tetap dengan rasio margin kontribusi. Laba yang ditargetkan ditambahkan ke biaya tetap untuk menentukan jumlah pendapatan yang diperlukan untuk menghasilkan target laba.

B.     Analisis Multiproduk
Dalam analisis multiproduk, perlu dilakukan pemisahan antara beban tetap langsung dan beban tetap umum. Beban tetap langsung adalah biaya tetap yang dapat ditelusuri ke setiap produk dan akan hilang jika produk tersebut tidak ada.
Beban tetap umum adalah biaya tetap yang tidak dapat ditelusuri ke produk dan akan tetap muncul meskipun salah satu produk dieliminasi. Margin produk impas masing masing produk hanya akan menutup biaya tetap langsung. Sementara itu, biaya tetap umum masih belum tertutupi. Maka dari itu, untuk mengatasi masalah tersebut dapat dilakukan dengan melakukan bauran penjualan atau sales mix. Bauran penjualan adalah kombinasi relatif dari berbagai produk yang dijual perusahaan.
Penentuan bauran penjualan memungkinkan untuk mengkonversi masalah multiproduk ke dalam format CVP produk tunggal. Untuk menggunakan pendekatan titik impas dalam unit, harga jual per paket dan biaya variabel per paket harus diketahui. Untuk menghitung nilai-nilai paket tersebut diperlukan bauran penjualan, harga setiap produk dan setiap biaya variabel..
Paket impas = Biaya tetap : margin kontribusi per paket



C.    Perubahan Dalam Variabel CPV
Perubahan yang menjadi perhatian dalam CVP Analysis adalah variasi perubahan yang cepat dalam biaya variabel, biaya tetap, dan perubahan  harga. Sehingga manajer dituntut untuk lebih concern terhadap  perencanaan produksi, laba diinginkan dan pengendalian. Bisa digunakan  beberapa skenario untuk alternatif yang berbeda-beda.
  1. Risiko & Ketidakpastian
  2. Margin Pengaman (Margin Of Safety)
  3. Pengungkit Operasi (Leverage Operasi)

D.    Analisis CVP Dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas
Metode CVP dapat digunakan dengan kalkulasi biaya berdasarkan aktivitas (ABC) tetapi analisisnya harus dimodifikasi. Akibatnya, menurut ABC suatu jenis analisis sensitivitas digunakan. Biaya tetap dipisahkan dari variasi biaya yang berubah-ubah dengan penggerak biaya tertentu. Biaya variable tersebut dikelompokkan sebagai tingkat uniit, tingkat batch, dan tingkat produk. Perencanaan laba dengan menggunakan analisis biaya volume laba
 Contoh perbandingan Conventional and ABC Analysis
      Jika unit yang bisa terjualmungkin hanya 10.000 Rancangan baru tersebut mengurangi biaya tenaga kerja langsung sebesar $2 per unit
Units   = B tetap ÷ (harga – Biaya variable/ unit)
           = $100,000 ÷ ($20 – $8)
            = 8,333

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar